Kamis, 19 Maret 2009

PROGRAM MAJELIS TAKLIM



MAJELIS TA’LIM IBU-IBU JALAN CEMPEDAK

Keinginan dan kemauan ibu-ibu yang tinggal di sekitar jalan Cempedak untuk menambah wawasan agama Islam diwujudkan dengan terbentuknya majelis ta’lim di Mushola Al-Hidayah. Mushola yang kecil yang terletak di jalan Cempedak ini adalah salah satu mushola yang didirikan oleh salah seorang anggota DPR Propinsi yang bertempat tinggal di jalan Mojo. Di musholla inilah kegiatan majelis ta’lim ibu-ibu yang berlangsung setiap Jum’at kedua dan Jum’at ketiga berlangsung selain TPA untuk anak-anak.

Sudah satu tahun ini majelis ta’lim Al Hidayah menjadi binaan LMI. Empat puluh ibu-ibu menjadi anggota tetap majelis ini. Jum’at (13/3) jam 16.00 empat puluh ibu-ibu sudah siap menerima siraman rokhani dari Ustadz Sirot. Di majelis ta’lim ini pak Sirot menyampaikan materi Ketauladanan Rosululloh dalam hidup sehari-hari. Untuk mencari ridho dan rahmat Allah, dengan jalan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan Rosulullah sebagai suri tauladan. Beliau juga berpesan pada ibu-ibu yang sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga agar tidak meninggalkan sholat wajib di tengah-tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Acara yang berakhir pukul 12.15 diakhiri dengan doa yang juga dipimpin pak Sirot. Sebelum ditutup ada tiga pertanyaan yang diajukan mereka tentang masalah sholat. Semoga kegiatan ta’lim di jalan Cempedak bisa memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitarnya.



PROGRAM SEHATI LMI MADIUN BULAN MARET

PROGRAM SEHAT IBU DAN BUAH HATI


Perbaikan gizi balita merupakan salah satu tujuan diadakannya program pemberian makanan tambahan dengan program PMT diharapkan bisa mengatasi persoalan gizi buruk yang terjadi pada balita ketika LMI Madiun berkunjung ke posyandu jalan Kutilang pada tanggal 10 Maret ternyata masih ada ditemukan balita yang mengalami kekurangan gizi. Berat badannya tidak sesuai dengan usia sang anak. Di Posyandu ini ada 40 anak setiap bulan rutin mengikuti kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan. Empat kader posyandu dengan telaten melayani aktivitas di posyandu. Di posyandu ini LMI memberikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan telur rebus.

Di lain hari, LMI juga memberikan makanan tambahan di jalan Cempedek pada tanggal 13 Maret berupa puding putih telur dan pisang hijau. Balita yang mengikuti di posyandu tersebut sebanyak 30 anak dengan ditangani 4 kader posyandu kegiatan penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan diberikan pada balita yang didampingi ibunya masing-masing balita. Sabtu 14 Maret posyandu di jalan Mojo juga menerima makanan tambahan dari LMI Madiun berupa bubur kacang hijau dan telur rebus. Dua puluh lima anak balita beserta ibunya datang silih berganti untuk mengetahui perkembangan sang buah hati. Empat kader posyandu melakukan percatatan di Kartu Menuju Sehat yang diberikan pada setiap anak sehingga perkembangan putra putrinya bisa diketahui.

Senin (16/3) LMI Madiun berkunjung di posyandu jalan Margo Bawero. Kegiatan di posyandu ini sudah mulai berjalan sejak pukul 08.30. Di Posyandu Margobawero 40 balita bersama sang ibu bergiliran untuk ditimbang dan diukur tingginya. LMI memberikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan pisang hijau pada masing-masing balita. Tak lupa bu Yuli selaku divisi program LMI Madiun memperkenalkan profil LMI pada ibu-ibu yang hadir di tempat tersebut. Semoga program Sehati lewat pemberian makanan tambahan di posyandu yang balitanya berasal dari keluarga kurang mampu bisa merasakan manfaatnya.

UNTUK FOTO, KLIK DI SINI

Sabtu, 14 Maret 2009

BANTUAN LMI MADIUN KEPADA KELUARGA PAK SLAMET


BANTUAN LMI MADIUN KEPADA KELUARGA PAK SLAMET

Selasa (10/3) LMI Madiun mengunjungi salah satu warga jalan Salak I. Warga tersebut bernama pak Slamet yang memiliki pekerjaan sebagai pemulung sampah. Beliau tinggal di tanah kontrakan bersama istri, salah satu anaknya beserta menantu dan tiga orang cucunya. Rumah yang masih berdinding gedeg tersebut, beliau bangun diatas tanah kontrakan yang setiap tahun harus dibayar. Rumah tersebut kondisinya sempit dan jadi tempat berlindung 2 keluarga.

Setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membantu kehidupan putrinya (menantu beliau tukang becak) yang sudah berputra tiga, beliau mengambil sampah-sampah plastik yang laku dijual. Antara jam 07.00 sampai jam 10.00 pak Slamet berkeliling jalan kaki di sekitar perumahan dekat rumahnya memunguti sampah-sampah plastik. Karena usia yang sudah tua (diatas 60 tahun) dan kakinya yang cacat akibat kecelakaan menyebabkan daerah kerjanya tidak begitu luas.

Penghasilan beliau rata-rata sehari hanya Rp. 30.000,- sehingga sering kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut tidak terpenuhi apalagi kalau penyakit darah tinggi istrinya kambuh membuat himpitan ekonomi keluarga tersebut semakin parah. Pendapatan menantu beliau sebagai tukang becak juga tidak pasti. Sementara dua cucunya juga memerlukan biaya sekolah.

Kondisi rumah yang sederhana sekali bagi mereka sudah cukup untuk tempat tinggal meskipun tanpa ruang tamu. Saat LMI Madiun berkunjung dan menyerahkan bantuan kepada beliau, kami duduk di luar rumah di bawah pohon pisang dengan duduk di atas kursi seadanya.
FOTO-FOTO TERKAIT KLIK DI SINI

BANTUAN LMI MADIUN KEPADA KELUARGA IBU LILIK


BANTUAN LMI MADIUN KEPADA KELUARGA IBU LILIK
DI JALAN GAJAH MADA

Dua tahun yang lalu ibu Lilik ditinggal pergi suaminya untuk selama-lamanya setelah menderita sakit. Dengan meninggalkan empat orang anak yang masih kecil-kecil dan tanpa pekerjaan tetap beliau harus menggantikan posisi sang suami sebagai tulang punggung keluarga. Tiga orang anaknya memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk keperluan sekolah. Putra pertama duduk di kelas satu SMP, yang kedua dan ketiga duduk di bangsa SD dan TK.

Beliau bersama keempat putranya tinggal di sebuah rumah yang belum menjadi milik sendiri. Tanah yang menjadi tempat berdirinya rumah beliau statusnya tanah bebas yang sewaktu-waktu pemerintah bisa menggusur keluarga tersebut. Sebelum meninggal suaminya masih sempat membangunkan sebuah rumah di tanah tersebut, meskipun belum selesai (tembok belum diplester, lantai masih berupa tanah serta belum ada sekat-sekat kamar) namun kondisi rumah yang seperti itu bisa dipakai untuk berlindung dari panas dan hujan bagi keluarga tersebut.

Dulu sebelum ada rumah tersebut, keluarga bu Lilik tinggal di rumah semi permanan (samping rumah yang sekarang ditinggalinya) yang letaknya disamping aliran sungai yang setiap tahun banjir. Untuk biaya hidup dan biaya sekolah putranya, setiap hari beliau jualan mainan anak-anak di depan sekolahan. Hasil jualannya harus gali lubang tutup lubang. Untuk menambah pemasukan terkadang beliau harus jadi buruh cuci dan setrika di tetangganya. Namun sering beliau harus menolak tawaran nyuci dan setrika karena putra beliau yang keempat masih usia satu tahun.

Yang begitu menarik dari keluarga bu Lilik adalah semangat putri pertamanya yang ingin tetap sekolah terus meskipun himpitan ekonomi dialami ibunya. “Saya ingin sekolah sampai SMA, habis itu kerja bisa bantu ibu menyekolahkan adik-adik, saya juga ingin bantu ibu cari uang sambil sekolah biar ibu nggak terlalu capek kerja.” Kata putrinya yang sekolah di SMPN 9.

Saat LMI berkunjung di rumah beliau kami tidak menemukan perabotan yang lengkap. Di rumah itu hanya ada satu dipan, satu almari, dan satu TV kecil peninggalan suami bu Lilik. Kamipun harus duduk di atas dingklek kecil yang sebenarnya hanya layak untuk duduk anak kecil. Beliau berterima kasih pada LMI yang telah memberikan beasiswa pada dua putrinya, serta santunan tiap bulan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.
FOTO-FOTO TERKAIT KLIK DI SINI

SANTUNAN ANAK YATIM


SANTUNAN ANAK YATIM

Di bulan Maret 2009 LMI Cabang Madiun meluncurkan program Peduli Anak Yatim dengan memberikan beasiswa 100 anak yatim, bimbingan komputer gratis, bimbingan belajar gratis dan kursus bahasa Inggris. Pemberian beasiswa dilaksanakan pada hari Ahad (8/3) di lapangan Gulun. Acara yang semula direncanakan dengan kegiatan outbond selain pemberian beasiswa, terpaksa hanya pemberian beasiswa yang bisa dilaksanakan karena acara ini bersamaan dengan peringatan Maulud Nabi yang melibatkan pelajar SMP dan SMA di kota Madiun.

Acara yang dimulai pukul 08.00 di lapangan Gulun dipimpin oleh ibu Yuli sebagai wakil dari LMI Madiun dan dihadiri 30 siswa SD, SMP dan SMA. Sebelum santunan diberikan kepada masing-masing anak, beliau menyampaikan informasi yang berkaitan dengan program peduli anak yatim. Untuk pemberian beasiswa, LMI Madiun akan memberikan setiap bulan sekali kepada 100 anak yatim yang ada di kota dan kabupaten Madiun dengan nominal setiap anak menerima Rp. 40.000. Selain diberi beasiswa, anak-anak yatim yang menjadi anak asuh LMI kan difasilitasi dengan bimbel gratis, kursus bahasa Inggris, dan komputer gratis.
FOTO-FOTO TERKAIT KLIK DI SINI

TRAINING MOTIVASI REMAJA KERJA BARENG SMKN 4


TRAINING MOTIVASI REMAJA DI SMKN 4


Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di SMKN 4 Madiun tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Maulud Nabi kali ini diadakan di Aula SMKN 4, Sabtu (7/3) diikuti siswa kelas 1 sampai kelas 3. Acara yang melibatkan 500 siswa ini, diawali dengan suguhan lagu-lagu bernuansa islami yang dibawakan siswi-siwi SMKN 4. Kegiatan yang bertujuan untuk membentuk siswi-siswi SMKN 4 menjadi remaja berakhlak mulia dibuka oleh Bapak Kepala SMKN 4 dengan menghadirkan mas Muhammad Chudzil Chikmat, S.Pd sebagai narasumber. Sebelum acara inti yang berupa training motivasi remaja dilaksanakan, acara pemberian hadiah kepada pemenang lomba kaligrafi, qosidah dan MTQ disampaikan oleh bapak kepala sekolah dan perwakilan juri.

Training motivasi remaja di SMKN 4 teselenggara atas kerjasama pihak SMKN 4 dengan LMI Cabang Madiun dengan tema “Menjadikan Rosululloh sebagai suri tauladan”. Kehadiran mas Chikmat di tengah-tengah siswi SMKN 4 menjadi lebih baik dan lebih berprestasi. Di awal training mas Chikmat memaparkan masalah kehidupan remaja beserta kasus-kasus remaja masa kini. Realita kehidupan remaja masa kini jauh lebih rusak moral dan akhlaknya dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Perkembangan teknologi salah satu penyebab terjadinya dekadensi moral remaja. Dalam trainingnya beliau juga memaparkan sosok remaja islami yang menjadi Rosulullah sebagai suri tauladan.

Di akhir training mas Chikmat mengajak siswi SMKN 4 untuk melakukan renungan dengan berkonsentrasi penuh berdoa dan berdzikir hingga merasakan ketenangan diri dan dekat dengan Allah. Tak heran jika kegiatan ritual ini membuat banyak siswi SMKN 4 menangis dan bersimpuh sujud. Hingga akhir acara training, tak satupun siswi bergeming meninggalkan tempat duduknya, ternyata mereka nggak ingin meninggalkan moment yang dirasakan banyak manfaatnya bagi mereka. Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah pernah ada di SMKN 4, namun menurut komentar beberapa siswi SMKN 4 tidak sebagus ini. “Saya melihat anak-anak tidak ada yang meninggalkan aula sampai acara selesai, padahal biasanya satu demi satu anak-anak kabur keluar aula, tapi kali ini mereka benar-benar enjoy”, demikian komentar beberapa guru yang sempat kami temui. Harapan bapak/ibu guru dari acara ini, siswi-siswinya bisa jadi lebih baik akhlak dan prestasinya.
FOTO-FOTO TERKAIT KLIK DI SINI

Minggu, 01 Maret 2009

PENYERAHAN BEASISWA PERIODE KE DELAPAN

LMI MADIUN MNNYERAHKAN BEASISWA 200 ANAK

Madiun, Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Ahad, 1 Maret 2009 LMI Madiun menyerahkan Beasiswa kepada 200 orang siswa kurang mampu di Kota dan Kabupaten Madiun. Beasiswa hari ini adalah beasiswa yang merupakan awal periode ke delapan yang mestinya diserahkan pada Sabtu 28 Februari lalu.

Penerima beasiswa pada hari ini akan menerima beasiswa setiap bulannya hingga enam bulan ke depan atau tepatnya hingga bulan Juli 2009 dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi terhadap keseriusan belajar siswa. Beasiswa yang diterimakan sebesar Rp. 30.000 untuk siswa TK dan SD, Rp 35.000 untuk siswa SMP, dan Rp. 40.000 bagi siswa SMA.

Acara diawali dengan sambutan yang dilakukan oleh Ibu Juli Susanti selaku Kepala Divisi Program LMI Cabang Madiun. Dalam sambutannya, Juli Susanti menyampaikan bahwa beasiswa yang diserahkankan hari itu adalah bulan pertama period ke delapan.

Acara yang sedianya dilaksanakan di Rumah Pintar LMI Madiun di Jalan Semangka Nomor 32 ini terpaksa dipindahkan ke dalam Masjid Baiturrahman Jalan Semangka Madiun. Hal ini dikarenakan ikut hadirnya orang tua anak asuh dan menjadikan lokasi Rumah Pintar LMI Madiun overload. Masjid Baiturrahman yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan penyerahan Beasiswa LMI Madiun juga tampak penuh sesak oleh penerima Beasiswa beserta orang tuanya.

Walaupun terlihat overload di Rumah Pintar LMI Madiun maupun terlihat berjejal di Masjid Baiturrahman, kalau diamati dengan seksama presensi dan tanda terima yang disediakan LMI Madiun, terlihat masih banyak yang belum terisi.

Menanggapi hal tersebut, Miftahurrohman, S.E. selaku Manajer LMI Cabang Madiun menjelaskan, bahwa banyak siswa penerima beasiswa pada hari itu yang memiliki kegiatan.

“Biasanya mereka akan datang sore hari setelah kegiatan mereka selesai atau esok siang selepas pulang sekolah”

Miftah juga menjelaskan bahwa 75 siswa dari pelosok Kabupaten Madiun yang tersebar di Kecamatan Kare, Gemarang dan Saradan memang tidak bisa hadir Karena jarak yang sangat jauh dari kota.

“Kami memaklumi kondisi itu, karena kami beberapa kali mengunjungi daerah-daerah itu. Untuk mereka yang domisilinya di tiga kecamatan tadi, Insya Allah Tim LMI Cabang Madiun akan mengantar langsung ke setiap kecamatan pada tanggal 15 Maret 2009.”

Dalam sambutan pembukanya, Juli Susanti menjelaskan bahwa siswa yang menerima beasiswa pada periode ke delapan ini akan menerima bimbingan belajar gratis dari LMI Madiun untuk mata pelajaran yang diujikan pada EBTANAS nanti. Selain itu untuk siswa SLTA akan diberikan les Bahasa Inggris Gratis dari LMI Madiun. Selain bimbingan belajar gratis, penerima beasiswa juga akan diberikan kursus computer gratis.

“Bimbingan Belajar gratis ini juga bisa diikuti oleh teman-teman kalian yang belum menerima beasiswa dari LMI. Hal ini terjadi Karena belum cukupnya keuangan LMI untuk memenuhi kebutuhan semua siswa yang secara ekonomi masih membutuhkan bantuan. Jadi mereka nantinya tetap bisa mengikuti Bimbingan Belajar secara Gratis seperti kalian yang hadir pada hari ini.”


Selesai sambutan Juli susanti, diserahkan secara simbolis beasiswa kepada 3 siswa TK-SD, 3 siswa SMP dan 2 siswa SMA. Selanjutnya penerima beasiswa dibagi menjadi 3 kelompok untuk menerima beasiswa. TK dan SD menjadi satu kelompok. Beasiswa TK dan SD diserahkan oleh Juli Susanti. Untuk kelompok SMP,beasiswa diserahkan oleh Agus Hariono, S.E, Kepala Divisi Marketing LMI Madiun. Untuk siswa SMA, Beasiswa diserahkan oleh Nanang Susilo Kepala Divisi Supporting system LMI Madiun.

Selesai penyerahan, siswa penerima beasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan registrasi Bimbingan Belajar sesuai dengan kelompok masing masing dan dipandu oleh petugas dari LMI Cabang Madiun.