Kamis, 02 Juni 2011

Laporan kegiatan Bulan Nopember 2010

Banjir Wasior

Bekerjasama dengan Senat IKIP PGRI Madiun, LMI Madiun menyerahkan bantuan pada korban bencana banjir di Wasior Papua. Bantuan yang berupa uang tunai diserahkan melalui Tim ACT (Aksi Cepat Tanggap) Surabaya untuk disalurkan pada korban Wasior.

Belajar Intensif Al-Qur'an

Program Belajar Al-Qur'an bersama LMI berlangsung di Masjid Baiturrohman Jl. Semangka, lingkungan jalan Cempedak dan siswa SDN 01 Wayut.

Santunan Dhuafa

LMI memberikan bantuan rutin setiap bulan pada mbah Marto, pak Sarju, pak Slamet, pak Mulyono, mbah Semi, mbah Tumirah, mbah Lasinem dan pak Budi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka adalah lansia yang sudah tidak mampu bekerja lagi.

Club Cendikia

Kegiatan futsal merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan pelajar SD yang tergabung dalam Club Cendikia latihan diadakan 2 kali seminggu.

Forsski

Menjelang pergantian pengurus baru Forsski mengadakan seleksi calon pengurus baru dengan mengadakan outbond di SMAN 4 bersama pak Fauzi. Acara ini diikuti 30 siswa SLTA/SMK di kota Madiun. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari calon pengurus baru menggantikan pengurus lama yang mana jabatannya telah selesai.

Training Motivasi

Bertempat di Gedung Diklat Pemkot Kota Madiun pada tanggal 24 Oktober 2010 berlangsung training motivasi yang bertema “Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Seorang Dai.” Kegiatan ini diikuti 58 ustadz dan ustadzah yang di kota Madiun dengan narasumber Ustadz Ahmad Arqon dari tim trainer Trustco Surabaya.

Majelis Ta'lim

Kegiatan majelis ta'lim LMI berlangsung di perumahan Widodo Kencono 2 dengan narasumber Ustadz Sirot, musholla Al-Hidayah jalan Cempedak dengan narasumber Ustadz Andik Widodo, di Sukosari dan jalan Trengguli majelis ta'lim juga berlangsung rutin sebulan sekali.

Penggalangan Dana Merapi

LMI bekerjasama dengan mahasiswa muslim di kota Madiun mengadakan penggalangan dana untuk korban Merapi di perempatan pos polisi jalan Pahlawan kepada para pengguna jalan.

Beasiswa

Beasiswa diberikan salah satu donatur LMI pada Dian anak yatim yang dihadikan anak asuh beliau. LMI juga membantu biaya pendidikan Apriati dan Syamsul yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.

Aqiqoh

LMI menyalurkan aqiqoh dari donatur untuk anak-anak yatim yang tinggal di panti asuhan jalan Ciliwung dan jalan Kemiri.

Training Finger Stifin

Untuk mengetahui potensi yang dimiliki SDM LMI Madiun pada tanggal 7 November staff LMI mengikuti pelatihan Finger Stinky di Surabaya. Pelatihan ini untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja staff LMI.

Infaq Merapi dari IGRA

IGRA (Ikatan Guru Radhiatul Atfal) menyerahkan infaq Merapi melalui LMI Madiun untuk disalurkan pada korban Merapi.

Manasik Haji

LMI Madiun menyerakan bantuan pada IGRA untuk membantu pelaksanaan manasik haji TK se-kota Madiun yang berlangsung di asrama haji.

Santunan Kesehatan

Bantuan pengobatan diberikan pada ukkin yang harus berobat jalan setiap bulannya ke RSU Dr. Soetomo Surabaya karena kasus tanpa anus yang dideritanya.

Bimbel

Kegiatan Bimbingan Belajar berlangsung di jalan Trengguli dan Rumah Pintar LMI setiap hari Senin sampai Kamis yang diikuti siswa SD.

Infaq Qurban TK Tunas Bangsa

Untuk menanamkan jiwa sosial pada siswanya, sejak dini pembimbing/guru TK Tunas Bangsa mengajak siswanya untuk berinfaq di bulan Idhul Qurban. Infaq yang terkumpul diserahkan pada LMI untuk diberikan pada yang berhak menerima.

Bantuan Korban Merapi

LMI Madiun bersama-sama LMI Magetan, Trenggalek, Sidoarjo menyalurkan langsung dana penggalangan Merapi di daerah Muntilan, Klaten dan Boyolali. Tim LMI langsung turun ke posko-posko pengungsian yang berada di daerah tersebut menyerahkan bantuan berupa sembako, pakaian, obat-obatan, susu, mie instan, tikar dan uang tunai.

Idhul Qurban

Sejak tanggal 17 November tim LMI Madiun menyerahkan hewan qurban yang berasal dari donatur kota Madiun dan di luar kota Madiun di daerah bencana Merapi, rawan aqidah, rawan air, dan daerah minus.

Di daerah bencana Merapi tim LMI melakukan penyembelihan hewan qurban di desa Musuk Boyolali dan Menayu Muntilan Magelang. Selain di daerah bencana LMI juga menyerahkan hewan qurban di kecamatan Jambon, Badegan, Ngebel, Pulung, Slahung, Ngrayun Ponorogo.

Di kabupaten Madiun hewan qurban dibagikan di kecamatan Gemarang, Saradan, Pilangkenceng, Sawahan, Kare. Selain itu LMI juga memberikan hewan qurban di kabupaten Magetan dan Ngawi serta Kota Madiun yaitu Tawang, Kelun, Corah.

Laporan Keuangan Bulan Oktober 2010

LAPORAN KEUANGAN LMI CAB MADIUN
Bulan Oktober 2010


Saldo tanggal 20 september 2010 Rp 174,704,436


Pemasukan 20 september - 20 oktober 2010
Zakat Rp 17,524,000
Infaq Rp 5,435,000
Beasiswa anak asuh Rp 3,160,000
Santunan anak yatim Rp 6,977,000
Peduli dhuafa dan Yatim Rp 7,704,000
Bunga bank Rp 800,000
Fidyah Rp 105,000
Waqaf Rp 10,220,000
Santunan didit Rp 200,000


Total pemasukan Rp 52,125,000
Total pemasukan Rp 226,829,436


PENYALURAN DANA RUTIN
Beasiswa dhuafa Rp 330,000
Rumah pintar Rp 2,873,000
Majelis taklim Rp 270,000
Santunan Anak Yatim Kota madiun Rp -
Buletin Ukhuwah Rp 4,421,000
Buletin Jumat Zaki Rp 3,000,000
Santunan abang becak Rp -
Santunan Dhuafa Rp 4,750,000
Santunan Kesehatan Rp 1,010,000
Majalah Rp 2,375,000
BISA Rp -
Club Cendekia Rp 80,000


PENYALURAN DANA NON RUTIN
Bantuan alat shalat Rp 3,700,000
Wakaf Al qur'an Rp 1,500,000
Bantuan pendidikan dhuafa Rp 3,396,000
Asuransi pegawai LMI Rp 1,375,000
Pembangunan masjid Rp 10,000,000
Penarikan tabungan Qurban Rp 840,000
Pemasyarakatan ZIS dan Qurban Rp 2,500,000


PENYALURAN DANA DAERAH PONOROGO
Beasiswa anak asuh Rp 600,000
Peduli panti asuhan Rp 1,000,000
Bina usaha mandiri Rp 500,000
Santunan dhuafa Rp 320,800
Ukhuwah ponorogo Rp 2,500,000


OPERASIONAL KANTOR
Rakorcab ke surabaya Rp 558,000
Peralatan Rp 489,500
Perlengkapan Rp 515,000
Telepon,air,listrik Rp 164,800
Administrasi Rp 672,100
Gaji staff Rp 4,000,000
Surat kabar Rp 105,000
Up grading Rp 550,000
Kebersihan Rp 250,000


Total pengeluaran Rp 54,645,200
Rincian Saldo 20 oktober 2010 Rp 172,184,236

Laporan Keuangan Bulan September 2010

LAPORAN KEGIATAN LMI CABANG MADIUN

BULAN SEPTEMBER 2010

A. KOTA MADIUN

Buyar (Buka Bersama Yatim dan Dhuafa)

Program buka bersama yatim dan dhuafa berlangsung di masjid Muhajidin Perum Bumi Antariksa pada tanggal 20 Agustus bersama 12 anak yatim, 28 Agustus bersama 25 anak yatim, dan 4 September bersama 30 anak yatim. Sedangkan di Rumah Pintar LMI acara buka bersama berlangsung pada tanggal 21 Agustus bersama 30 anak yatim, 1 September bersama 30 anak yatim dan 3 September bersama 25 anak yatim. Di Musholla Hidayatullah jalan Seram acara buka bersama berlangsung tanggal 28 Agustus. LMI juga mengadakan acara buka bersama 90 anak yatim dan dhuafa di Gedung Diklat Pemkot Kota Madiun. Buka bersama anak-anak TPA juga berlangsung di TPA Masyithoh Josenan, Musholla Baiturrohman jalan Pringgodani, TPA An-Nuun (Jl. Tuntang), TPA Ar-Rohman (Jl. Merak) dan TPA Ar-Rohman (Jl. Trengguli).

Majelis Ta’lim

Kajian keislaman berlangsung di majelis ta’lim Miftahuljannah, Telkomsel, musholla Baiturrohman jalan Pringgodani.

Pelatihan Sholat Khusyuk

Bertempat di gedung kecamatan Taman pada tanggal 22 Agustus berlangsung pelatihan sholat khusyuk bersma Ustadz Sukanan, S.Ag yang diikuti 178 peserta.

Iktikaf

Kegiatan iktikaf untuk muslimah berlangsung di Masjid Kuno Taman mulai tanggal 1 September sampai 8 September.

Santunan Abang Becak

Pembagian zakat fitrah dan pemberian santunan diberikan pada 225 abang becak pada tanggal 7 dan 8 September di kantor LMI.

Pondok Romadhon

Kegiatan Pondok Romadhon bekerjasama antara LMI Madiun, Telkomsel, dan radio Pesona berlangsung di SMPN 11, SMPN 12, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 6, SMKN 5, dan MAN Dolopo bersama Trainer Trustco Surabaya.

Santunan Anak Yatim

Acara pemberian santunan anak yatim dilaksanakan setiap hari Sabtu bersamaan dengan buka bersama di kantor LMI sebanyak 100 anak yatim.

Beasiswa

Pemberian beasiswa kepada 250 anak tidak mampu berlangsung pada tanggal 5 September di Gedung Diklat Pemkot Kota Madiun. Selain santunan, mereka juga mendapatkan paket buka bersama dan training motivasi dengan narasumber Ustadz Hikmat dari Trustco Surabaya.

Wakaf Al-Qur’an

LMI memberikan bantuan Al-Qur’an kepada masjid Islamiyah Rejomulyo dan musholla Ar-Rohman di Pilangbango.

Penyaluran Zakat, Infaq dan Shodaqoh

Pembagian zakat, infaq dan shodaqoh yang terkumpul di LMI didistribusikan mulai tanggal 6 September di tiga kecamatan kota Madiun dengan jumlah mustahik 1.300 orang.

Pemasyarakatan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf LMI

Selama bulan Romadhon LMI Madiun dibantu 70 relawan dalam rangka mensosialisasikan, mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf di wilayah kota dan kabupaten Madiun serta kabupaten Ponorogo.

Santunan Dhuafa

Santunan dhuafa diberikan pada pak Sarju, pak Slamet, mbah Lasinem, pak Budi, mbah Semi serta bu Sumini, dan pak Su.

Santunan Kesehatan

Santunan kesehatan diberikan pada ukkin penderita kelainan anus dan pak Sarju penderita katarak.

Aqiqoh

Penyaluran aqiqoh dari donatur LMI diberikan pada anak asuh LMI bersamaan dengan acara buka bersama dan pemberian santunan.

Bantuan pada Yayasan Cacat

LMI memberikan bantuan pada penderita cacat yang bergabung dalam yayasan BPCTM dan PPCKM.

Belajar Intensif Al-Qur’an

Kegiatan belajar Al-Qur’an berlangsung seminggu 2x di musholla Baiturrohmman jalan Semangka.

Bina Usaha Mandiri

LMI memberikan bantuan pinjaman modal kepada pak Eko seorang penjual pentol untuk mengembangkan usahanya.



B. KABUPATEN MADIUN

Beasiswa Dhuafa dan Yatim

LMI Madiun menyerahkan beasiswa kelada 75 anak yatim dan dhuafa yang berdomisili di Saradan, Gemarang dan Pilangkenceng.

Buyar (Buka Puasa Yatim dan Dhuafa)

Kegiatan buka puasa LMI di kabupaten Madiun berlangsung di masjid Amirul Hakim dusun Selaji desa Randualas Kare yang diikuti sebanyak 100 peserta, di dusun Rowaru Sumberbendo Saradan kegiatan buka bersama berlangsung tanggal 22 Agustus sebanyak 50 orang, di Ngepeh Saradan buka bersama 80 orang berlangsung tanggal 21 Agustus, di Sumbergandu Polangkenceng buka bersama 40 orang berlangsung tanggal 30 Agustus sedangkan di Mejayan berlangsung tanggal 8 September diikuti 40 orang.



C. KABUPATEN PONOROGO

Bantuan Peralatan Sholat

LMI Madiun bekerjasama dengan majelis ta’lim Qolbun Salim menyerahkan bantuan peralatan sholat di SDN 02 Dayahan dan SDN 03 Watubonang Badegan Ponorogo.

Buyar (Buka Bersama Yatim dan Dhuafa)

Kegiatan buka bersama LMI berlangsung di Madrasah Diniyah Awaliyah Ponorogo, SDN 02 Dayahan Badegan, SDN 03 Watubonang Badegan, MIN Nglengkong Sukorejo, desa Karangan Badegan, desa Krebet Jambon, dan Banjarejo kecamatan Pudak Ponorogo, desa Pomahan kecamatan Pulung, desa Ngumpul kecamatan Balong, desa Pintu kecamatan Jenangan, TPA Kedungbanteng.

Buka Bersama dan Santunan 500 Anak Yatim dan Dhuafa

Bertempat di lapangan Domas dukuh Karangsengon desa Sidoharjo Jambon Ponorogo pada tanggal 21 Agustus LMI Madiun, Magetan dan Trenggalek mengadakan acara buka bersama 500 anak yatim dan dhuafa dan pemberian santunan uang saku dan alat tulis.

Jumat, 18 Februari 2011

KISAH NYATA : Tetap Sekolah Meski Harus Jadi Pengasuh Bayi



Terlahir dr sebuah keluarga yang sederhana dan bersahaja itulah yang sll terukir indah di hatiku. Sebuah nama SABITA, begitulah aku dipanggil. Dgn lima bersaudara aku melihat betapa orang tuaku harus banting tulang untuk menghidupi dan menyekolahkan kami. Namun satu hal yg sangat aku banggakan atas orang tuaku bahwa mereka bekerja dengan tulus demi anak2nya walau mungkin hanya sekedarnya.

Sewaktu aku masih ada di bangku klas IV SD, cita2ku menjadi seorang guru. aku tak tahu bahwa untuk impian itu butuh biaya yg tak sedikit dan waktu yg sangat panjang. aku baru tahu saat duduk di klas VI setelah aku menyimak penjelasan bpk ibu guruku. Apakah mungkin aku dapat wujudkan impianku?

Sejenak aku harus endapkan cita2ku karena aku harus bergumul dgn kesiapan kelulusanku dari jenjang pendidikan dasar. Yang terpikir adalah bagaimana aku bisa lulus dgn hasil yang terbaik. Karena aku sadari hasil itulah yang membuat orang tuaku tersenyum dan seakan menambah rentang batas usia mrk bertambah. Selain itu saat itu aku sangat ingin sekolah di SMP favorit di kotaku. Sekali lagi aku di hempaskan dgn kenyataan hidup karena ketidak mampuan ekonomi. Dan akupun harus belajar untuk bijaksana memandang hidupku. Tak mungkin bagiku dgn segala keterbatasan yang ada hrs memaksakan citaku maka akupun hrs bisa memuaskan diriku dgn sekolah di tempat yg tak jauh dr rumahku, untuk meringankan beban orang tuaku. Aku harus yakin keterbatasan ini takkan memasung keberhasilanku kelak. Aku juga tak mau memaksakan keinginanku pada orang lain terutama orang tuaku, sabar dan yakin semua pasti ada jalan keluarnya.

Mulailah aku dgn masa sekolah di SMP , aku menikmati suasana baru di sekolahku , teman2ku bertambah banyak. Semua berjalan indah dan aku belajar keras . dalam benakku hanya satu aku ingin yang terbaik untuk bpk ibuku. Di sela kesibukan belajar dan membantu keseharian tak lupa aku selipkan sebait doaku agar orangtuaku diberi kemampuan dan rezeki. Untuk meringankan orang tua maka kakakkupun membantu pembiayaan sekolahku.

Waktu berjalan dgn pesat nilai raporku membuat orang tua dan kakaku tersenyum. Begitupula banyak lomba dan kompetisi yang kumenangkan. Semua tak lepas dr motivasi dan semangat yang diberikan orangtuaku. semua membekas dan terpahat di dadaku…“Nduk… walau kita tak berpunya kamu harus punya cita2, kamu harus belajar yang rajin ya nduk…agar kamu tidak seperti bpk dan ibu…”

Hingga tak terasa akupun sudah diambang detik2 UNAS. Targetku lima besar tercapai . tak kuhiraukan lelah keluh dan kesah yang ada di jiwaku. Yang aku mau bagaimana aku bisa menggunakan fasilitas sekolah yang mengadakan bimbel gratis. Motoku hanya satu…”Aku bisa dan aku pasti bisa”….Sebab aku tahu orang tuaku juga kakakku sudah banting tulang untukku, Alhamdulillah segala kegigihanku, dan doa orang tuaku terjawab,…aku lulus dgn posisi 4 besar.

memang hidup ini bak roda dan aku tak mau terhempas aku harus kuat. Cita2ku hampir kandas. Orang tuaku sdh tidak kuat untuk bekerja dan kakakkupun sudah dipinang orang. Tak mungkin aku meneruskan studiku..dan akupun berusaha memutar haluan hidupku…dgn bekerja

Tak kuhirau teguran guruku saat beliau nasehati agar aku melanjutkan sekolah. dengan terbata2 kusampaikan ”apakah mungkin dengan sepetak tanah yang hanya mampu menghasilkan uang 3 atau 4 bln sekali dan hanya cukup untuk makan, lalu hrs membiayai sekolahku setiap bulan ?” . Gurukupun akhirnya tahu bahwa aku tak mau menambah penderitaan orang tuaku dan akhirnya beliaupun menasehatiku “ tabah dan sabar, sebab semua sudah diatur Alloh SWT dan yakinlah semua ada penyelesaiannya…bu guru yakin kamu pasti bisa melaluinya”.

Beberapa hari waktuku kuhabiskan dgn membantu dan bercengkerama dgn bpk ibuku di rumah hingga tak terasa saat pembagian ijazah itu tiba. Bersamaan dengan itu aku ditawari guruku untuk bekerja di rumahnya. Akupun minta pertimbangan bpk ibu dan kakakku. Mulailah aku menjadi pengsuh bayi guruku.

Setiap hari aku berjibaku dgn pekerjaan mengasuh bayi yg baru berusia 3bln. Bangun pagi tak nyenyak tidurkupun sudah menjadi kebiasaan dalam hidupku. Kujalani semua dengan senyum dan sabar. Dan Tak terasa tibalah tahun ajaran baru. Aku ditawari guruku untuk sekolah namun di sekolah kejuruan di Madiun

Aku harus bangkit. Aku tatap masa depanku. Aku kayuh roda hidupku…aku nikmati epidode hidupku. Dan akhirnya akupun mampu adaptasi. Tak terasa temankupun bertambah. Tak lupa disaat saat tertentupun aku selalu curhat dengan guru yang membiayaiku. Untuk pengayaan mentalkupun guruku mengenalkan aku dengan pembinaan rutin yang diadakan LMI. Akupun akhirnya menjadi anak asuh binaan lembaga sosial yang mengelola keuangan umat dan pemberdayaan umat tersebut. Sungguh dunia lain yang membuatku bisa menatap ke depan… aku pun makin tahu bahwa hidup ini indah dan aku ingin tetap bermanfaat dengan kehidupanku. Mulailah aku asah kembali cita2ku dan kelak impianku ingin aku wujudkan dlm kehidupan nyataku….amin.


Kisah nyata ini bisa Anda baca di http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150097657272273#!/note.php?note_id=10150097657272273

Aku Ingin Membanggakan Orang Tuaku

Namaku Fian (nama samaran). Aku anak kedua dari dua bersaudara. Aku tinggal di sebuah rumah sederhana di Pilangbango bersama ibuku. Ayahku meninggal saat aku masih sekolah di Taman Kanak-kanak. Sedangkan kakakku tinggal di rumah istrinya di Magetan. Kadang jika libur kakak pulang untuk menemaniku dan ibu. Tapi kakak tidak bisa membantu untuk kehidupan dan sekolahku karena ia hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan anak dan istrinya saja.

Kini aku sudah duduk di bangku SMP. Kehidupan kami sangat sederhana. Sehari-hari kami makan apa adanya. Jika ada uang, terkadang aku makan dua kali sehari. Tetapi jika tidak ada uang aku biasa makan sekali saja dalam sehari, bahkan bisa juga tidak makan sama sekali. Semua itu karena kondisi perekonomian kami yang sangat labil. Keadaan terasa lebih sulit karena ibuku sekarang tidak bekerja. Sebelumnya ibu bekerja di produsen sate Ponorogo. Sekarang produsen sate tersebut tidak berjualan lagi sehingga ibuku diliburkan dan terpaksa tidak bekerja. Ibuku bingung bagaimana harus mencari nafkah untuk menghidupiku. Ibu ingin sekali berjualan sayuran di rumah. Beliau tidak kuat jika harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena pekerjaan itu dirasa sangat berat, apalagi ibu menderita Diabetes.

Ibu mendapatkan penyakit ini karena factor keturunan. Kakekku yang sebelumnya menderita penyakit ini, dan sekarang menurun pada ibu. Sekarang kakek sudah meninggal, tapi penyakit yang diturunkannya terlanjur diwarisi ibuku. Kalau ibu kecapaian, kadar gulanya naik. Ini tentu saja berdampak kurang baik terhadap kesehatan ibu. Setiap dua minggu sekali ibu cek darah di PUSKESMAS Tawangrejo.

Kini aku mendapat sedikit bantuan dalam hal administrasi sekolah dari pamanku, tapi masih belum cukup juga. Alhamdulillah aku mendapat Beasiswa dari LMI Cabang Madiun sehingga bisa membantu meringankan biaya sekolahku. Setiap bulan secara rutin aku menerima Beasiswa dari LMI Cabang Madiun bersama puluhan siswa yang senasib denganku. Kami berkumpul di kantor LMI yang bertempat di jalan Semangka untuk menerima Beasiswa khusus anak yatim. Aku sedikit lebih beruntung, karena beberapa temanku yang hadir ternyata sudah tidak punya orangtua sama sekali. Alhamdulillah aku masih punya ibu yang selama ini merawatku dengan susah payah, terlebih setelah kepergian ayah.

Bulan Februari kemarin aku hadir dalam acara penyerahan beasiswa dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan sepanjang perjalanan. Tapi aku tetap bertekad untuk hadir karena aku sangat memerlukan beasiswa itu. Setelah menempuh perjalanan dalam derasnya hujan, akhirnya aku sampai juga di kantor LMI, walaupun aku terlambat. Ragu-ragu aku memasuki kantor karena takut mengotori lantai kantor, apalagi baju koko putih yang kupakai terus menerus meneteskan sisa air hujan. Tetapi pegawai LMI mnyuruh aku masuk, maka aku memberanikan diri memasuki kantor dan segera bergabung dengan teman-temanku yang tengah mengikuti training dari seorang trainer yang berasal dari TRUSCO. Sahabat Hikmat (begitu kami memanggilnya) memeberikan motivasi yang luar biasa sehingga membuatku makin optimis dalam berikhtiar dan berusaha sepenuhnya tawakal kepada Alloh SWT. Di akhir acara aku tak bisa menahan air mataku ketika sahabat Hikmat membimbing kami berdoa. Bahuku terguncang dalam isak tangis, aku ingin lebih dekat kepada Alloh. Dia yang menggenggam hidupku, termasuk masa depanku. Aku yakin Alloh tidak meninggalkankanku. Maka aku optimis bisa melalui semuanya.

Sebenarnya aku masih bingung, setelah lulus SMP, bagaimana aku mendapat biaya untuk melanjutkan sekolah di SMA? Aku terus berdoa dan berusaha. Semoga ada yang membantuku. Ingin rasanya aku nekat mencari pekerjaan untuk meringankan beban ibuku, walaupun itu bisa mengganggu sekolahku. Tapi ibu tidak mengijinkan aku bekerja. Sekarang aku memang harus focus pada persiapan menghadapi UNAS. Aku senang di LMI Cabang Madiun ada kegiatan Bimbingan Belajar gratis karena aku bisa mendapatkan pelajaran tambahan. Aku kuatir tidak bisa lulus UNAS, tapi akan akan tetap berdoa dan berusaha supaya bisa lulus. Aku akan sekolah sungguh-sungguh supaya bisa membanggakan orangtuaku dan semua yang telah peduli padaku, serta membantuku. Terima kasih semuanya…

Kisah nyata ini bisa Anda baca di http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150097649597273#!/note.php?note_id=10150097649597273