Sabtu, 21 Februari 2009

LAPORAN KEGIATAN FEBRUARI 2009 (periode 20 Januari-19 Februari 2009)

LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM SEHAT IBU DAN BUAH HATI

I. Nama Kegiatan

Pemberian Makanan Tambahan

II. Pelaksanaan Kegiatan

Tanggal :

Waktu : 09.00 s/d 11.00

Tempat : 1. Perumahan CPM 10-02

2. Jl. Serayu Barat 10-02

3. Jl. Mojo 16-02

4. Jl. Cempedak 14-02

5. Jl. Seram 16-02

III. Bentuk Kegiatan :

1. Penyuluhan gizi

2. Sosialisasi LMI

3. Pemberian Makanan Tambahan

IV. Peserta Kegiatan

1. Posyandu Perumahan CPM = 30 balita

2. Posyandu Jl. Serayu Barat = 20 balita

3. Posyandu Jl. Mojo = 25 balita

4. Posyandu Jl. Cempedak = 30 balita

5. Posyandu Jl. Seram = 40 balita

6. Posyandu Jl. Trunojoyo = 40 balita





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM PENDIDIKAN

I. Nama Kegiatan

Beasiswa Pintar.

II. Pelaksanaan Kegiatan

Hari / Tanggal : Ahad, 1 Februari 2009

Waktu : 09.00 s/d 10.30

Tempat : Jl. Semangka 32 Madiun

III. Bentuk Kegiatan :

1. Pemberian beasiswa

2. Pengumuman pemutusan beasiswa

IV. Peserta Kegiatan

Siswa siswi TK, SD, SMP dan SMA.





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM DA’WAH

I. Nama Kegiatan

Belajar Intensif Alquran

II. Pelaksanaan Kegiatan

1. BISA di jalan Pepaya

Hari : Selasa, Kamis, Sabtu

Waktu : 16.00 s/d 18.00

Tempat : Jl. Pepaya (rumah ibu Nunuk)

2. BISA di Musholla Baiturrohman Jl. Semangka

Hari : Jum’at, Sabtu

Waktu : 15.30 s/d 17.30

Tempat : Musholla Baiturrohman

3. BISA di Musholla Al Ikhlas Jl. Bali Gg. Kereta Api

Hari : Selasa, Kamis

Waktu : 15.30 s/d 17.00

Tempat : Jl. Bali Gg. Kereta Api

III. Bentuk Kegiatan :

Belajar Baca Tulis Al-Qur’an

IV. Tentor

1. Nurul

2. Putri

3. Uriningsih

V. Peserta Kegiatan

1. Musholla Baiturrohman sejumlah 15 anak

2. Musholla Al Ikhlas Jl. Bali sejumlah 20 anak

3. Pepaya 10 15 orang





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM PEMBINAAN REMAJA

I. Nama Kegiatan

Club Cendekia

II. Pelaksanaan Kegiatan

1. Bulu tangkis

Hari : Sabtu

Waktu : 19.30 s/d 22.00

Tempat : SMPN 6

2. Sepakbola

Hari : Ahad

Waktu : 06.00 s/d 08.00

Tempat : Lapangan Gulun

III. Bentuk Kegiatan :

1. Bulu tangkis

2. Sepakbola

IV. Pelatih

1. Bpk. Eko Suprianto

2. Mas Dani

V. Peserta Kegiatan

1. Siswa SD (sepakbola) sejumlah 35 anak

2. Siswa SMP & SMA (bulutangkis) sejumlah 15 orang





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM DA’WAH

I. Nama Kegiatan

Majelis Ta’lim

II. Pelaksanaan Kegiatan

1. Majelis Ta’lim Kompleks CPM

Hari / Tanggal : Senin, 2 Februari 2009

Waktu : 16.00 s/d 17.00

Tempat : Masjid Al-Ikhwan Komplek CPM

Jl. Setiabudi

2. Majelis Ta’lim Pringgodani

Hari / Tanggal : Selasa, 17 Februari 2009

Waktu : 19.30 s/d 21.00

Tempat : Musholla Baiturrohman

3. Majelis Ta’lim Puri Permata Hijau

Hari / Tanggal : Ahad, 25 Januari 2009

Waktu : 09.00

Tempat : Masjid Ar-Rohman Puri Permata Hijau

III. Bentuk Kegiatan :

- Ceramah

- Sosialisasi LMI

- Pelatihan Mengkafani Jenazah

IV. Nara Sumber

1. Ustadz Yulianto

2. Ustadz Munir

3. Depag Kota

V. Peserta Kegiatan

1. Masjid Al-Ikhwan sejumlah 150 orang

2. Musholla Baiturrohman sejumlah 60 orang

3. Masjid Ar-Rohman sejumlah 30 orang





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM PINTAR

I. Nama Kegiatan

Rumah Pintar

II. Pelaksanaan Kegiatan

Mulai 23 Februari 2009

III. Bentuk Kegiatan :

1. Bimbingan belajar gratis

2. Komputer gratis

IV. Peserta Kegiatan

Siswa siswi SD, SMP dan SMA





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM KESEHATAN

I. Nama Kegiatan

Pengobatan Gratis.

II. Pelaksanaan Kegiatan

Hari / Tanggal : Ahad, 15 Februari 2009

Waktu : 09.00 s/d 12.00

Tempat : Desa Bakur Sawahan

III. Bentuk Kegiatan :

Layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.

IV. Pelaksana

1. Panitia : Relawan dari kecamatan Sawahan

2. Tim Medis : 1. Dr. Emawan

2. Pak Mujiat

3. Tiga bidan relawan dari Sawahan

V. Peserta Kegiatan

Warga desa Bakur sebanyak 131 orang.





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM SOSIAL

I. Nama Kegiatan

Santunan Kesehatan dan Dhuafa.

II. Bentuk Kegiatan :

1. Pemberian bantuan kesehatan

2. Pemberian bantuan keperluan makan

III. Penerima Santunan

1. Ukkin

2. Bpk. Sarju

3. Mbah Lasinem

4. Bapak Mulyono





LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM PEMBINAAN REMAJA

I. Nama Kegiatan

Seminar Remaja.

II. Pelaksanaan Kegiatan

Tanggal : 31 Januari s/d 1 Pebruari 2009

Waktu : 1. 09.00 s/d 17.00 (31 Januari 2009)

2. 08.00 s/d 12.00 (1 Februari 2009)

Tempat : 1. SMKN 5 Madiun

2. Masjid MIT Bhakti Ibu

3. Plasa Giant

III. Bentuk Kegiatan :

1. Ceramah remaja tentang Valentine Day

2. Ceramah motivasi

IV. Nara Sumber

Muhammad Chaidil Chikmat, S.Pd.I (Trust Co Surabaya)

V. Peserta Kegiatan

1. 520 siswa siswi SMKN 5 Madiun

2. 60 siswa SMA (pengurus Forski)

3. 287 siswa siswi SMA dan SMP se kota Madiun





LAPORAN KEGIATAN

STUDY BANDING TRENGGALEK

I. Nama Kegiatan

Study banding.

II. Pelaksanaan Kegiatan

Hari / Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2009

Tempat : Trenggalek

III. Bentuk Kegiatan

Kunjungan ke lokasi pemberdayaan kambing

IV. Peserta Kegiatan

Kepala Cabang LMI Madiun dan empat staff





LAPORAN KEGIATAN PELATIHAN

DAUR ULANG KERTAS DI SURABAYA

I. Nama Kegiatan

Workshop Daur Ulang Kertas.

II. Pelaksanaan Kegiatan

Hari / Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2009

Waktu : 08.30 s/d 14.15

Tempat : Jl. Ketintang Gg. XI / 7 Surabaya

III. Bentuk Kegiatan

- Pelatihan daur ulang kertas dibikin kotak pensil, kotak bingkisan, hantaran pengantin.

IV. Peserta Kegiatan

Donatur LMI dan perwakilan LMI cabang sejumlah 30 orang.





LAPORAN KEGIATAN

PEDULI GURU

I. Nama Kegiatan

Peduli guru.

II. Bentuk Kegiatan

Santunan guru.

III. Penerima Santunan

38 guru TK & MI





LAPORAN KEGIATAN

WAKAF AL-QUR’AN

I. Nama Kegiatan

Wakaf Al-Qur’an

II. Bentuk Kegiatan

Bantuan Al-Qur’an

III. Penerima Santunan

Majelis Ta’lim di Rejomulyo

Jumat, 20 Februari 2009

BALADA SEORANG WANITA BUTA

Mungkin Anda pernah mengenal Wanita malang ini. Mbah Lasinem Namanya. Usianya sudah sangat lanjut. Kalau kita mengamati dengan seksama raut wajahnya, keriput diseluruh wajah selain mencerminkan usia yang renta juga menyiratkan penderitaan hidup yang beliau alami. Ketika semua saudara kandungnya sudah tiada dipanggil menghadap Sang Kuasa, beliau harus menjalani hidup dalam keadaan buta. Suami yang biasa menjadi tempat berbagi duka dan sukapun telah tiada. Sementara anak yang jadi penghias keindahan rumah tangga, yang diharapkan bisa menjadi teman juga tiada pernah diberikan oleh Sang Pemilik Jagat Raya.
Susah dan papa sudah menjadi bagian hidupnya, kemana mau cerita jika semua kerabatnya nasibnya juga tidak jauh berbeda. Tetap saja simbah kita yang satu ini setiap hari hanya merenung dan menghitung sisa hari. Jika hujan turun, rintik hujanlah yang menemani. Atap rumah yang bocor selalu menjadi bagian hidup di musim hujan yang selalu membasahi lantai rumahnya yang terbuat dari tanah dan masih alami.

Ya inilah rumah yang menjadi bagian Mbah Lasinem . Rumah yang selalu menaunginya dikala sang surya menebar cahaya garangnya. Tapi jangan dibayangkan apa yang ada di dalam rumah itu adalah barang-barang berharga. Hanya ada sebuah kursi usang yang cukup untuk duduk sendiri perempuan renta yang buta ini. Jangan berharap ada kitchen set di rumah ini. Meja makan yang reyot. Jika Anda bersandar di meja itu baru benar-benar yakin kalau meja itu sudah sangat usang. Itupun jika Anda tidak percaya dengan penglihatan Anda bahwa meja itu sudah begitu usang dan saatnya diganti.

Siapapun, jika dalam kondisi sangat renta dan lagi buta, pasti akan berharap akan tersedia makanan barang sedikit di mejanya. Tapi Anda harus yakin bahwa di rumah Mbah Lasinem itu tidak ada. Ketika LMI datang menjelang sore, yang tampak diatas meja hanyalah nasi beberapa sendok yang tertutup tempat makan transparan bukan keluaran Tupperware. Ya. Hanya itu yang terlihat. Sisa nasi tadi pagi. Nasi pemberian tetangga sebelah. Tanpa terlihat ada sayur dan lauknya, mungkin sudah habis untuk makan tadi pagi. Kalaupun Mbah Lasinem mau makan, mungkin juga terasa kurang enak. Bukan hanya karena tak ada lagi sayur dan lauknya, melainkan karena sudah banyak semut yang mendahuluinya memakan nasi itu.

Tidur adalah saat yang paling nyaman bagi Mbah Lasinem. Tapi kalau Anda yang tidur di tempat tidur Mbah Lasinem, mungkin Anda tak pernah berharap untuk mengulanginya. Bagaimana tidak, spring bed Mbah lasinem hanyalah PRING BED. Sebuah dipan bambu tanpa kasur. Dipan bambu itu hanya beralaskan tikar plastik. Jangan Anda mencari selimut disana, karena mbah Lasinem memang tak pernah memiliki atau memakainya.

Tak usah Anda mencari Air Conditioner atau sekedar kipas angin, karena rumah Mbah Lasinem tidak ada aliran listrik. Jika Anda menginginkan hembusan angin, dinding rumah Mbah lasinem akan memberikan cukup angin untuk mendinginkan badan dan mengeringkan keringat yang bercucuran. Angin akan sangat mudah masuk menerobos dinding anyaman bambu, tak peduli siang atau malam, tak peduli hari yang panas maupun malam yang dingin.

Kita tidak usah sombong menutup hidung jika malam hari bertandang, asap dari obat nyamuk bakar akan memenuhi ruangan rumah yang hanya terdiri satu ruangan itu. Itulah cara Mbah Lasinem mengusir nyamuk-nyamuk nakal yang ada di rumahnya.

Saudara, banyak diantara kita yang bergelimangan harta, yang halal maupun yang haram. Apapun itu. Dari mulai gaji, honor kegiatan, Uang makan, tunjangan jabatan. Belum lagi hasil usaha di luar, bunga tabungan, saham, kontrakan, rental atau hanya sekedar bisnis pulsa. Kita akan buang-buang dan kita belanjakan sesuka kita.

Kita banyak lupa saudaraku, Mbah Lasinem juga memiliki hak atas harta kita. Ingat saudara, 2,5% setiap harta Anda adalah milik mereka-mereka yang tidak mampu, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Apakah kita akan menjadi orang yang serakah dengan memakan 100% penghasilan kita? 2,5% yang menjadi hak fakir miskin jika tidak kita keluarkan, suatu saat akan diambil oleh Allah. Jika Allah mengambil, maka Dia akan mengambil dalam bentuk musibah, Kehilangan, kerugian, penyakit dan bahkan kematian.

Untuk itu, jangan biarkan 2,5% bagian harta fakir miskin merusak harta Anda yang 97,5%.

Jika Anda butuh menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh, kami akan mengantar Anda.

Zakat, Infaq dan shodaqoh Anda juga bisa Anda titipkan kepada LMI Madiun. Atau silakan transfer ke 10 rekening LMI Madiun dan segera lakukan konfirmasi.



SANTUNAN DHUAFA LMI MADIUN

SANTUNAN DHUAFA LMI MADIUN

UNTUK MBAH LASINEM



Kebutaan bukan halangan bagi mbah Lasinem untuk terus bersemangat menjalani hidup yang penuh dengan problematika.Saat ini beliau yang berusia 85 tahun harus menjalani hidup tanpa ditemani suami dan anak. Suami beliau sudah lama meninggal dunia karena sakit. Hingga kematian sang suami, pasangan ini tidak dikaruniai keturunan. Hidup sebatangkara sudah cukup berat bagi mbah Lasinem apalagi saat kebutaan menimpanya kira-kira setahun yang lalu. Kebutaannya berawal ketika beliau merasakan kabur jika melihat benda-benda yang ada disekelilingnya. Ditunjang keadaan ekonominya yang termasuk ekonomi lemah(miskin) membuatnya tidak ada keinginan berobat .



”Saya nggak punya uang untuk berobat, untuk makan saja dari belas kasihan orang lain. Jika masih kuat sebenarnya saya ingin bekerja lagi seperti dulu jadi tukang cuci dan seterika serta tukang bersih-bersih di rumah orang sehingga saya bisa dapat uang untuk makan dan berobat. Saya sebenarnya malu selalu dikasih orang” demikian penuturan mbah Lasinem yang disampaikan pada staff LMI yang berkunjung kerumahnya. Karena tidak diobatkan, lama kelamaan mata beliau yang semula hanya kabur berubah jadi buta hingga tidak bisa untuk melihat sama sekali.



Saat LMI Madiun berkunjung kerumahnya, kami mendapati nya sedang berbaring di sebuah ranjang kecil tanpa dialasi selembar kasur. Diatas dipannya hanya ada tumpukan kain-kain agar beliau sedikit merasakan nyaman/tidak sakit saat beliau tidur diatas dipan yang sebenarnya tidak layak dikatakan tempat tidur. Beliau tinggal di sebuah bilik kamar peninggalan dari orangtuanya. Di ruangan tersebut selain berfungsi sebagai kamar juga sekaligus tempat barang-barang yang beliau miliki antara lain satu buah kursi untuk tempat duduknya, satu meja kecil tempat meletakkan piring, gelas serta makanan dan satu kompor dan teko untuk memasak air. Kondisi semua barang-barang tersebut sebenarnya sudah tidak layak pakai. Rumah tersebut kalau hujan tidak lepas dari masalah kebocoran apalagi lantai rumah masih berupa tanah sehingga menambah kondisi kamar menjadi lembab.



Untuk makan sehari-hari beliau sering menerima bantuan dari tetangganya yang peduli untuk membantunya, baik berupa makanan maupun dalam bentuk uang. Jika makanan yang siap saji tidak ada biasanya beliau menyuruh orang membelikan nasi sedangkan untuk keperluan minum beliau minta tetangga terdekatnya karena sudah tidak mungkin lagi masak sendiri khawatir kalau beliau lalai dan lengah bisa menimbulkan kebakaran. Dengan dibantu tongkat yang selalu ada didekatnya, aktivitas pergi ke kamar mandi dan mencuci beliau lakukan sendiri. Sudah dua minggu ini beliau tidak ingin pergi terlalu jauh dari rumahnya setelah beliau jatuh masuk parit saat berjalan ingin berkunjung ke rumah tetangganya.Sampai saat ini rasa nyeri di kaki dan tangannya masih terasa akibat peristiwa tersebut. Beliau juga menyampaikan kepada LMI yang bisa dia lakukan saat ini hanya pasrah kepada Sang Pencipta.



”Bagaimanapun kondisinya saya tetap harus menjalaninya, saya hanya seorang wayang yang harus menerima keputusan sang dalang,” kata mbah Lasinem. Untuk sedikit meringankan bebannya LMI Madiun menjadikan mbah Lasinem sebagai salah satu penerima santunan dhuafa LMI Madiun yang diberikan rutin sebulan sekali. Selain memberikan bantuan uang LMI juga akan memberikan beberapa baju pantas pakai kepada beliau untuk memenuhi kebutuhan sandangnya.

GALERI FOTO MBAH LASINEM












Senin, 16 Februari 2009

SEHAT IBU DAN BUAH HATI






Tepat sasaran, itulah hal yang diharapkan donatur untuk setiap program yang diluncurkan LMI Madiun. Program LMI Madiun tidak berhenti di satu lokasi saja. Hari Senin(16 Peb) untuk yang kedua kalinya LMI Madiun singgah di posyandu RT 9 RW 3 jalan Mojo untuk memberikan penyuluhan gizi dan pemberian makanan tambahan pada 25 balita.

Kegiatan posyandu dimulai pukul 09.30 diawali dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita yang sudah datang di posyandu. Hasil penimbangan dan pengukuran dicatat kader posyandu dibuku laporan kegiatan posyandu dan kartu sehat yang dimiliki setiap balita. Pencatatan ini untuk mengetahui perkembangan balita setiap bulan.
Karena bulan Pebruari bulan vitamin A setiap balita ditetesi vitamin A oleh kader posyandu. Suara tangis balita melengkapi ramainya suasana posyandu saat adik-adik balita diberi vitamin A. Di kegiatan ini LMI Madiun memberikan makanan tambahan berupa kue nagasari dan pisanghijau.

Selain menerima dua macam makanan (nagasari dan pisang) setiap balita menerima semangkuk soto.Sambil menyuapi putra-putrinya, ibu-ibu yang hadir mendengarkan penyuluhan gizi yang disampaikan mbak Ani(ahli gizi alumni UGM). Beliau menyampaikan materi”Pentingnya Gizi Bagi Tumbuh kembang Balita”. Beberapa pertanyaan juga terlontar dari mereka. Bahkan ada yang mengusulkan agar penyuluhan seperti itu rutin diadakan sebulan sekali.

Di hari yang sama kami juga mengunjungi posyandu RW 1 Kelurahan Kejuron di halaman rumah mbak Ami salah satu warga jalan Seram. Seperti di posyandu lainnya, di posyandu ini juga ada kegiatan timbang berat badan, ukur tinggi badan, pemberian makanan tambahan serta pemberian vitamin A.

Saat kami datang, kegiatan sudah berlangsung.Empat kader posyandu dengan telaten melayani satu demi satu. Balita yang datang di posyandu banyak dari kalangan ekonomi lemah dimana penghasilan setiap harinya tidak tetap.

Tidak lupa LMI Madiun juga memberikan makanan tambahan berupa puding putih telur dan mie telur pada setiap balita. Dari kader posyandu juga berharap LMI bisa memberikan penyuluhan kesehatan dan gizi pada bulan Maret.

GALERI FOTO SEHAT IBU DAN BUAH HATI





Pengobatan Gratis LMI Madiun Di Desa Bakur Sawahan





Jalan tanah tak beraspal dan belum diplester yang biasanya basah karena hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten dan Kota Madiun sepekan sebelumnya tampak kering dan tak lagi lembek. Sekelompok pemuda Bakur Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun tampak bergotongyoyong pada hari Sabtu 14 Februari 2009. Mereka bahu membahu mendirikan terop untuk pengobatan esok harinya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, berdirilah sebuah terop yang cukup besar. Terop tak berdinding itu segera dilengkapi oleh beberapa pemuda dengan bale-bale bambu yang dipinjam dari rumah warga dan sebagian membawa dari rumah mereka sendiri. Berjejer tumpukan kursi plastik di bawah terop hijau tua. Kursi Plastik RW yang sudah tua dan mulai berubah keputihan dari merah warna aslinya. Bendera LMI segera terpancang di beberapa tiangnya, dan diujung terop terpasang spanduk berbunyi BAKTI SOSIAL LMI, sementara di teras rumah tempat dilaksanakannya pengobatan gratis tampak terpasang spanduk pendek bertuliskan POSKO KESEHATAN LMI.

Hari berganti Ahad dan kalender menunjukkan angka 15 pada bulan Pebruari tahun 2009. 131 warga Desa Bakur mendatangi Posko Kesehatan LMI Madiun. Mereka bersemangat datang memadati pelataran rumah Bapak Subali di RT. 14 RW. 02. Kabar bahwa LMI madiun memberikan layanan pengobatan gratis di desa mereka telah mereka dengar beberapa hari sebelumnya dari mulut ke mulut dan pemanfaatan komunikasi di RT

Warga bakur yang rata rata pencahariannya sebagai buruh tani menjadikan taraf hidup mereka terlihat sederhana, kondisi tersebut menjadikan antusiasme warga untuk datang ke pengobatan gratis LMI cukup tinggi. Kalau kita datang langsung ke Bakur Kecamatan Sawahan, Kita akan melihat deretan rumah yang terbangun dari gedeg bambu dan menggunakan konstruksi hanya bambu dan kayu. Melihat langsung, kita akan segera mambayangkan bagaimana kehidupan sehari-hari mereka. Rumah-rumahpun tidak semuanya tegak, rumah yang dihuni oleh orang-orang lanjut usia kebanyakan sudah tidak tegak tiang-tiang penyangganya. Coba perhatikan, tambalan gedeg bambu, itu bukan motif hiasan yang disusun untuk memperindah gubuk yang reyot, tapi memang karena sudah berlubang.

Bagi mereka yang memiliki jiwa seni, mungkin akan melihat realita kehidupan di sana sebagai sebuah keindahan. Gambar-gambar yang diambil akan memiliki nilai estetika yang tinggi, menampilkan sisi lain kehidupan dengan indah dan apa adanya, natural, tanpa rekayasa. Coba perhatikan lagi, kita akan melihat sesuatu yang khas di pedesaan, rumah-rumah yang berpagar bambu tampak usang, di sekeliling rumah terdapat banyak bambu melintang untuk sekedar menjemur kain-kain pasca dicuci dan hampir setiap rumah dilengkapi bale-bale dari bambu di depan rumahnya.

Kembali ke Pengobatan Gratis LMI Madiun. Pendaftaran yang dibuka pukul 08.30 langsung didatangi warga untuk mendaftarkan diri. Mereka antri satu persatu untuk dicatat nama alamat serta keluhan sakit oleh 2 petugas pendaftaran yang terlebih dahulu datang di tempat pengobatan. Sambil menunggu layanan pemeriksaan warga yang sudah datang duduk menunggu diarea pengobatan mendengarkan sambutan dari Bapak Didik selaku perwakilan LMI sekaligus membuka acara pengobatan gratis LMI Madiun didesa Bakur. Pada kegiatan ini LMI Madiun menerjunkan tim medis yang terdiri dari 1 dokter, 3 perawat dan 1 apoteker

Satu persatu warga dipanggil untuk dicek tensi/ tekanan darahnya oleh petugas perawat. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dr Emawan Noor Fikri. Warga dengan sabar menunggu pangilan petugas masuk ke bilik kamar untuk menjalani pemeriksaan dokter. Dengan teliti dr Emawan memeriksa pasien yang berharap sekali bisa sembuh setelah berobat ke posko pengobatan gratis LMI. Setiap pasien yang keluar dari bilik pemeriksaan dokter selalu mendapatkan secarik kertas yang berisi resep obat untuk mengambil obat ditempat pengambilan obat. Sedangkan jenis penyakit yang diderita rata rata mengeluh sakit pegal, alergi, sesak napas, flu, sakit perut, batuk dan gatal gatal

Layanan pengobatan gratis baru berakhir pukul 12.00 setelah seluruh pasien terlayani oleh tim medis. Melalui relawan yang ada di Desa Sawahan, masyarakat didesa tersebut masih menginginkan Posko kesehatan LMI ditempat tersebut, mengingat kebutuhan pelayanan kesehatan gratis untuk warga desa Bakur masih diperlukan.