| NO | TANGGAL | PUKUL | PESERTA | TEMPAT | USTADZ |
| 1 | 23 Agustus 2009 | 16.00 | Anak yatim, SKI | Panti asuhanDarut | P. Andik |
| 2 | 30 Agustus 2009 | 16.00 | Anak yatim | Masjid Nur Mujahidin | Nur Mujahidin |
| 3 | 30 Agustus 2009 | 16.00 | Anak yatim, SKI | Panti asuhan ABRI | Nur salim |
| 4 | 5 September 2009 | 16.00 | Guru | LMI | P. Miftah |
| 5 | 12 September 2009 | 16.00 | SKI SMA | LMI | P. Hasan |
| 6 | 13 September 2009 | 16.00 | Anak yatim | Kecamatan Kare | Ust. Handoko |
| 7 | 13 September 2009 | 16.00 | Anak yatim | Masjid Nur Mujahidin | Nur Mujahidin |
| 8 | 13 September 2009 | 16.00 | Anak asuh LMI | LMI | Ajeng |
| 9 | 14 September 2009 | 16.00 | Anak yatim, SKI | Panti asuhan Al Ihsan | Ust. Syamsudin |
Sabtu, 29 Agustus 2009
JADWAL BUKA BERSAMA
JADWAL PONDOK ROMADHON DAN SEMINAR
JADWAL PONDOK ROMADHON DAN SEMINAR
ANAK SEKOLAH SMP DAN SMA
(agenda ini masih mungkin bertambah)
| NO | TANGGAL | TANGGAL | TEMPAT | PEMBICARA |
| 1 | 25 Agustus 2009 | 08.00-11.00 | SMPN 11 | P. Chikmat |
| 2 | 26 Agustus 2009 | 08.00-11.00 | SMPN 11 | P. Chikmat |
| 3 | 27 Agustus 2009 | 08.00-11.00 | SMPN 11 | P. Yudha |
| 4 | 29 Agustus 2009 | 13.00-14.30 | SMK 1 Geger | Kabupaten |
| 5 | 31 Agustus 2009 | 09.00-12.00 | SMKN 5 | Ajeng dan P. Yudha |
| 6 | 31 Agustus 2009 | 09.00-11.45 | SMKN 2 | TEAM |
| 7 | 2 September 2009 | 09.00-11.45 | SMKN 2 | TEAM |
| 8 | 2 September 2009 | 09.00-12.00 | SMKN 5 | Ajeng dan P. Miftah |
| 9 | 2 September 2009 | 10.00-12.00 | SMA 1 Maospati | P. Fauzi |
| 10 | 3 September 2009 | 09.00-12.00 | SMKN 5 | Ajeng dan B. Rina, drg. Indah |
| 11 | 3 September 2009 | 10.00-12.00 | SMA 1 Maospati | P. Yudha |
| 12 | 4 September 2009 | 08.00-11.30 | SMKN 4 | Ajeng |
| 13 | 5 September 2009 | 08.00-11.30 | SMKN 4 | P. Yudha |
| 14 | 6 September 2009 | 08.00-12.00 | Diklat | Ust. Darwis |
| 15 | 7 September 2009 | 08.00-11.00 | SMKN 5 | Ust. Darwis |
| 16 | 7 September 2009 | 08.00-10.00 | SMPN 10 | P. Yudha |
| 17 | 8 September 2009 | 08.00-10.00 | SMPN 10 | P. Chikmat |
TA’LIM JALAN MERPATI
TA’LIM JALAN MERPATI
Pada hari Rabu tanggal 26 Agustus 2009, Lembaga Manajemen Infaq Cabang Madiun mengadakan ta’lim. Ta’lim kali ini diadakan di Masjid Al Islam jalan Merpati gang wartel. Walaupun sudah memasuki bulan puasa agenda rutin dari LMI yang berupa ta’lim dan pengajian juga agenda rutin lainnya tetap berjalan, disamping itu agenda pada bulan Romadhon ini juga bertambah banyak salah satunya adalah buka puasa bersama dengan anak yatim dan juga ibu-ibu anggota dari majelis ta’lim.
Pada ksempatan kali ini ta’lim di Masjid Al Islam jalan Merpati gg. Wartel diisi oleh pak Slamet Mulyono, beliau sudah sejak tahun 1997 biasa menjadi imam di Masjid Al Islam. Pada sore hari itu pak Slamet mengetengahkan tentang bagaimana cara mendidik agar anak-anak kita mampu dan mau untuk menjalankan ibadah puasa. Karena ibadah puasa memang harus diajarkan dan dilatih sejak dini. Beliau juga menjelaskan bagaimana ketika ada orang tua yang tidak bisa berpuasa, yaitu dengan cara membayar fidyah. Dengan dipandu oleh takmir Masjid yang menderita tuna netra ibu-ibu dan bapak-bapak sangat seius dalam mengikuti acara tersebut. Sore itu lebih banyak bapak – bapak yang hadir daripada ibu-ibu.
Dengan diadakan kegiatan rutin serta ta’lim ini terlebih pada bulan Romadhon, diharapkan dapat meningkatkan nilai ibadah kita semua dan juga lebih mempererat tali silaturohmi.PONDOK ROMADHON SMPN 11
PONDOK ROMADHON SMPN 11
Romadhon merupakan bulan tarbiyah / pendidikan. Momen inilah yang dijadikan SMPN 11 untuk mendidik siswa siswinya menjadi berakhlak mulia. Melalui kegiatan pondok Romadhon yang diadakan mulai tanggal 25 Agustus hingga 27 Agustus, siswa siswi kelas 1 sampai dengan kelas 3 diisi dengan materi – materi motivasi spiritual.
LMI cabang Madiun bekerjasama dengan Telkomsel menghadirkan dua orang trainer untuk mengisi acara tersebut. Di hari pertama pak Chidmat dari Trustco Surabaya mengajak adik – adik yang duduk di kelas 3 untuk memotivasi diri menjadi seorang anak yang punya impian tinggi dan bersemangat untuk meraihnya. Dengan penyajian yang menyenagkan dan menarik pak Chidmat bisa mengajak semua siswa untuk memahami materi dan meresapinya. Hari kedua kegiatan pondok Romadhon diikuti siswa kelas 2 dengan narasumber pak Chidmat. Beliau juga memberikan materi yang sama, beliau bisa membuat terharu dan bersemangat. Hari ketiga diisi pak Yudha dengan materi yang sama motivasi spiritual. Acara dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 10.30 WIB. Acara dengan durasi singkat yaitu 1,5 jam tetapi siswa siswi SMPN 11 sangat terkesan dengan acara motivasi spiritual tersebut. Setelah acara berakhir pak Chidmat mendapatkan SMS dari siswa SMPN 11 yang meyatakan rasa terimakasihnya dan berjanji akan menjadi anak yang tidak nakal.
POSYANDU JALAN CEMPEDAK
Kegiatan rutin dari LMI Cabang Madiun di jalan Cempedak adalah posyandu selain dari pengajian rutin ibu – ibu di Musholla jalan Cempedak yang dilaksanakan satu bulan satu kali. Ibu – ibu pengurus posyandu bekerjasama dengan LMI dalam melaksanakan posyandu untuk meningkatkan tumbuh kembang balita yang ada di sekitar jalan Cempedak.
Posyandu pada bulan Agustus ini jatuh pada tanggal 13 Agustus 2009, yang dilakukan pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00, di rumah salah satu warga di jalan Cempedak. Di posyandu ini diadakan kegiatan timbang balita,yang diikuti oleh sekitar 33 bayi dan balita yang tinggal disekitar jalan Cempedak. Setelah ditimbang untuk mengetahui apakah anak tersebut bertambah berat dari pada bulan kemarin atau turun karena berbagai hal terkadang anak sakit dan susah makan menjadikan berat badan sang anak akan turun, setelah kegiatan itu anak – anak diberi makanan tambahan yang berupa kacang hijau snack kue. Pada bulan Agustus ini ada tambahan kegiatan berupa pemberian vitamin A untuk kesehatan mata anak – anak. Pemberian vitamin A ini dilakukan satu tahun dua kali yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Posyandu di jalan Cempedak ini melibatkan 4 orang petugas posyandu dan juga dibantu oleh seorang bidan yang tugasnya memberikan vitamin A kepada anak – anak yang dating di posyandu tersebut.
PEDULI YATIM DAN DHUAFA
DI BULAN ROMADHON 1430 H
Puasa adalah momentum istimewa bagi umat Islam. Demikian juga bagi Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Madiun puasa adalah bulan istimewa untuk berbagi pada mereka yang membutuhkan. Program-program peduli yatim dan dhuafa menjadi salah satu program unggulan LMI. Aksi turun jalan yang dilakukan LMI Madiun Sabtu(22/8) pukul 09.00 hingga 10.00 di dua titik yakni depan Madiun Plaza serta, perempatan tugu merupakan bentuk aksi penggalangan dana zakat, infaq, dan shodaqoh yang akan disalurkan pada mereka yang membutuhkan terutama yatim piatu dan dhuafa.
Sekitar 30 siswa yang berasal dari perwakilan seksi kerohanian SMA yang di kota Madiun yang tergabung dalam Forum Silaturohim Sie Kerohanian Islam ( FORSSKI ) salah satu forum remaja binaan LMI membawa kardus yang bertuliskan saatnya peduli yatim dan dhuafa melakukan penggalangan dana untuk berbuka puasa bersama anak yatim dan dhuafa. Spanduk sepanjang 5 meter berisi “ Ajakan berzakat agar hidup tambah nikmat “ turut meramaikan acara tersebut. Selain itu peserta juga membagikan jadwal puasa pada pengendara yang lalu lalangdi sekitar jalan.Aksi ini juga diselingi orasi-orasi yang berisi ajakan sadar zakat untuk mengingatkan masyarakat kota Madiun khususnya bahwa ada sebagian hak kaum dhuafa di harta mereka. Selain itu juga untuk mengingatkan warga agar berbagi rasadi bulan penuh nikmat tersebut. Aksi kepedulian yatim dan dhuafa yang akan terus dilakukan oleh LMI Madiun akan digunakan untuk kegiatan buka bersama yatim dan dhuafa di beberapa panti asuhan yang ada di kota dan kabupaten Mdiun. Selain itu LMI uga akan memberikan santunana pendidikan yang berupa beasiswa yatim dan dhuafa. Alhamdulillah penggalangan dana dari aksi tersebut sebesar 800 ribu rupiah.
Safari program peduli yatim dan dhuafa di awal Romadhon 1430 h dimulai dengan kunjungan LMI bersama perwakilan FORSSKI ( forum silaturohim sie kerohanian Islam ) dip anti asuhan Darut Taubah di jalan Sikatan kota Madiun. Panti asuhan yang didirikan 23 Maret 2009 menampung 25 anak yang tinggal dip anti sedangkan 11 anak masih tinggal dengan orang tua ( 3 SD, 4 SMP, 29 SMA ) yang berasal dari Madiun, Sukoharjo, Semarang. Mereka berasal dari keluarga buruh tani, tukang becak maupun tukang sayur.
Dengan bimbingan 6 orang pengasuh, panti asuhan ini membangun anak asuhnya menjadi anak yang berilmu, beriman dan bertaqwa. Pagi hari mereka menuntut ilmu di sekolah umum, sedangkan sore hari wajib mengikuti kegiatan keagamaan ( kajian Al Qur’an, Aqidah, bahasa Arab, kultum ).
Kedatangan 2 staff LMI Madiun dan 7 adik-adik FORSSKI dip anti asuhan Darut Taubah dengan agenda acara buka puasa bersama,kultum menjelang buka serta pemberian bnatuan yang berupa alat tulis, AlQur’an dan santunan uang yang berasal dari donatur LMI dan FORSSKI. Acara yang dimulai pukul 16.30 dibuka dengan acara kultum Romadhon bersama ustadz Andik, dan diakhiri dengan pemberian bingkisan dan santunan dari LMI Madiun dan FORSSKI.
Rabu, 12 Agustus 2009
BANTUAN BUAT KELUARGA BU KATIFAH
Sepeninggal sang suami untuk selama – lamanya, membuat keluarga ini benar-benar merasa kehilangan tulang punggung keluarga. Saat sang suami masih hidup, keperluan keluarga bisa dicukupi dari hasil kerja suaminya sehingga bu Katifah hanya berperan mengurus keempat putra putrinya. Saat ini beliau menjadi tumpuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekoalh anak-anaknya
Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, bu Katifah menjual mainan anak-anak dan makanan ringan/ snack. Setiap hari beliau berangkat kerja setelah urusa melayani putraputrinya ke sekolah selesai. Dengan bersepeda beliau menaruh barang dagangannya di boncengan belakang, sedangkan putra bungsunya yang baru berusia sekitar 3 tahun menemaninya duduk di eranjang depan. Setiap hari beliau menjajakan dagangannya berpndah pindah dari SD satu ke SD lainnya. Terik matahari tidak menghalangi semangat beliau untuk bekerja. “
Saya nggak malu kerja seperti ini, yang penting halal, dapur saya bisa terus mengepul dan anak-anak bisa tetap sekolah, “ kata bu Katifah pada LMI saat kami berkunjung ke rumahnya menyerahkan bantuan salah satu donatur LMI yang bersimpati padanya. Setiap hari beliau membawa pulang uang sebesar Rp. 15.000 – Rp. 20.000, dengan jam kerja mulai pukul 07.00 sampai 12.00. Sementara kebutuhan makan sehari – hari bekisar hingga Rp. 15.000 bersama empat anaknya.
Rumah yang beliau tempati saat ini, tanahnya merupakan tanah Negara yang sewaktu-waktu bisa disuruh pindah. Lantai yang beralaskan tanah, tanpa sekat pembatas antara depur,ruang tamu, ruang tidur merupakan gambaran sangat sederhana keluarga tersebut. Untuk menghemat biaya beliau menggunakan kayu baker untuk masak setiap harinya. Beliau sempat mengungkapkan pada LMI ingin memperbesr usaha dagangannya biar pendapatan sehari-hari juga bertambah. Jika anda ingin membantu kehidupan keluarga bu Katifah ( memberi modal dan biaya sekolah ketiga putra putrinya yang saat ini berstatus yatim ) silahkan bergabung bersama LMI Madiun.