Kamis, 22 April 2010

LAPORAN INFAQ BARANG BULAN APRIL 2010

INFAQ BARANG

SISA BARANG BULAN LALU

Pakain layak pakai

10 kardus

Sandal/sepatu

20 pasang

buku tulis

2 lusin

alat tulis

2 dus

printer

1 buah

INFAQ BARANG MASUK

Pakain layak pakai

4 ksrdus

BARANG SIAP DISALURKAN

Pakain layak pakai

14 kardus

Sandal/sepatu

20 pasang

Printer

1 buah

buku tulis

2 lusin

alat tulis

2 dus

PENYALURAN BARANG

Pakain layak pakai

10 kardus

SALDO BARANG BULAN INI

Pakain layak pakai

4 kardus

Sandal/sepatu

20 pasang

Printer

1 buah

buku tulis

2 lusin

alat tulis

2 dus

Jumat, 09 April 2010

Nonton Film Bersama Anak Yatim di Badegan

Nonton Film Bersama Anak Yatim di Badegan

Desa Karangan adalah salah satu desa di Badegan yang masyarakatnya termasuk kategori miskin. Tingkat pendidikannya juga termasuk rendah. Banyak anak di desa tersebut yang hanya lulus SD langsung cari kerja ke luar kota sebagai pembantu rumah tangga maupun buruh pabrik. Di desa inilah LMI mengajak nonton film Harun Yahya yang bertemakan “Kebesaran Allah” bersama 26 anak yatim yang tinggal di sekitar desa tersebut. Acara yang dimulai pukul 09.30 bertempat di sebuah masjid. Pemutaran film berdurasi 75 menit mengajak anak-anak untuk melihat kebesaran Allah melalui ciptaanNya yang berupa lumba-lumba dan gajah. Mereka bisa melihat kelebihan yang dimiliki hewan-hewan tersebut. “Wah.. kalau sering melihat nonton film seperti ini ilmu kta bisa makin tambah”, kata Mutmainah salah satu anak yatim yang dating di acara tersebut. Dengan penuh perhatian mereka melihat film mulai dari awal sampai akhir pemutaran.

Di akhir acara LMI meminta mereka melakukan doa bersama untuk kesuksesan siswa kelas 3 SMPN 12 Madiun agar bisa lulusw 100%. Tak lupa LMI juga memberikan santunan kepada 26 anak yang hadir di acara tersebut. Santunan ini berasal dari penggalangan infaq sukarelasiswa SMPN 12 khusunya kelas 3. semoga keinginan mereka sukses ujian terkabul dan bantuan tersebut bermanfaat buat teman-teman di Karangan.

Kambing Kita “Beranak Satu”

Kambing Kita “Beranak Satu”

“Subhanallah….kambing kita beranak satu”, itulah ucapan yang keluar dari salah satu anak asuh LMI yang tinggal di panti asuhan Al Ihsan Ponorogo. Tiga bulan yang lalu LMI cabang Madiun menitipkan enam belas ekor kambing di panti asuhan Al Ihsan untuk program pemberdayaan anak yatim. Tanggungjawab pemeliharaan kambing diserahkan kepada anak-anak yang tinggal di panti asuhan tersebut secara bergilir. Hal ini dimaksudkan untuk membekali mereka beternak kambing. Agar mereka nantinya menjadi peternak kambing yang sukses.

Saaat LMI berkunjung di lokasi pemberdayaan kambing Al Ihsan, si kambing kecil yang baru berusia tiga hari sedang menyusu induknya. Jenis kambing yang diternakkan adalah domba. Meskipun kandang yang dijadikan tempat pemeliharaan masih sangat sederhana namun tidak mengurangi kualitas kambingnya. Semoga kambing-kambing LMI di tempat ini berkembang pesat, sehingga bisa memupuk jiwa berwirausaha. “Moga-moga dengan belajar beternak, kita bisa jadi peternak sukses, terimakasih ya…LMI.” Begitulah ungkapan mereka.

SDN Dayakan 2 Butuh Renovasi Ruang Kelas

SDN Dayakan 2 Butuh Renovasi Ruang Kelas

SDN Dayakan 02 terletak kurang lebih 25 kilometer dari pusat kota kabupaten Ponorogo dan kurang lebih 8 kilometer dari kota kecamatan Badegan, berada di paling ujung sebelah selatan wilayah kabupaten Ponorogo dan terletak di lereng gunung Gajah, di sebelah barat wilayah kabupaten Wonogiri dan di sebelah kabupaten Pacitan. Kondisi alam berbukit-bukit dan kurang bersahabat menjadikan orangtua enggan menyekolahkan putra-putrinya dengan alasan khawatir di perjalanan atas kesehatan dan keselamatannya sehingga masih banyak usia 7-8 tahun belum masuk sekolah dasar. Untuk samapai ke SD Dayakan 02 mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih 5 km dengan jalan kaki memelusuri bukit dan sungai.

Dengan pertimbangan tersebut di atas maka sekolah SDN 02 Dayakan kecamatan Badegan mulai tanggal 25 Februari 2010 membuka kelas paralel yang ada di dukuh Watuagung untuk kelas 1 dan 2, agar masyarakat di dusun Watuagung dan Jurangsempu memanfaatkan kemudahan pelayanan pendidikan. Tujuan dibukanya kelas paralel untuk memudahkan anak belajar dan menampung anak usia sekolah yang drop out maupun yang belum sekolah. Atas kebaikan salah seorang warga yang peduli pada pendidikan, kelas paralel ini dibangun di atas tanah beliau. Ukuran gedung seluas 3,5 meter x 7 meter dengan dinding batu bata merah separuh, selebihnya dari bambu, lantai berupa tanah. Sedangkan inventaris yang ada berupa bangku kurang layak 8 buah, kursi kurang layak 14 buah, almari 2 buah, meja kursi 1 stell, papan tulis 1 buah. Karena ruangan hanya satu kelas, kegiatan belajar mengajar berlangsung dua kali atau bergantian antara kelas satu dan dua. Saat ini siswa kelas 1 berjumlah 22 aank sedangkan kelas 2 sebelumnya 36 anak.

Kondisi kelas yang jauh dari layak inilah yang mendorong Lembaga Manajemen Infak cabang Madiun mengajak masyarakat untuk pduli membantu memperbaiki sarana dan prasarana di kelas paralel SDN 02 Dayakan sehingga kegiatan belajar mengajar siswa bisa optimal dan cita-cita anak-anak di daerah tersebut bisa terwujud “Saya ingin jadi dokter, guru, polisi, tentara,….” Adalah impian anak-anak yang ada di lereng gunung Gajah yang diungkapakan mereka pada LMI saat berkunjung di SDN 02 Dayakan. Wujudkan Impian Anak Bangsa lewat kepedulian anda melalui LMI cabang Madiun.