| Saldo tanggal 20 juli 2010 | Rp 73,141,878.00 |
| Pemasukan 21 April - 20 Mei 2010 | |
| Zakat | Rp 27,426,000 |
| Infaq | Rp 7,652,000 |
| Beasiswa anak asuh | Rp 2,445,000 |
| Santunan anak yatim | Rp 5,557,200 |
| Waqaf Al qur'an | Rp 175,000 |
| Fidyah | Rp 762,000 |
| Zakat fitrah | Rp 130,000 |
| Infaq buka puasa | Rp 4,020,000 |
| Paket anak yatim dan dhuafa | Rp 850,000 |
| Subhat | Rp 703,000 |
| Wakaf masjid | Rp 2,335,000 |
| Santunan didit | Rp 200,000 |
| Total pemasukan | Rp 52,255,200 |
| Total pemasukan | Rp 125,397,078 |
| PENYALURAN DANA RUTIN KOTA & KAB MADIUN | |
| Beasiswa dhuafa | Rp - |
| Rumah pintar | Rp 1,176,000 |
| Majelis taklim | Rp 970,000 |
| Santunan Anak Yatim Kota madiun | |
| Buletin Ukhuwah | Rp 3,000,000 |
| Buletin Jumat Zaki | Rp 2,000,000 |
| Buletin Mar'ah | Rp 2,000,000 |
| Bulletin Remaja SWEAR | Rp 200,000 |
| Santunan abang becak | Rp 2,700,000 |
| Santunan Dhuafa | Rp 850,000 |
| Santunan Kesehatan | Rp 860,000 |
| Majalah | Rp 2,337,500 |
| BISA | Rp 150,000 |
| Club Cendekia | Rp 100,000 |
| Pengobatan gratis | Rp 915,000 |
| PENYALURAN DANA NON RUTIN | |
| Bantuan hari anak | Rp 200,000 |
| Penyaluran wakaf Al qur'an | Rp 1,042,000 |
| Santunan pendidikan | Rp 735,000 |
| Santunan guru TPA | Rp 300,000 |
| Bina usaha mandiri | Rp 300,000 |
| Seminar remaja | Rp 1,586,700 |
| Program Pawai Ramadhan | Rp 1,128,000 |
| Training pelatihan sholat Khusu' | Rp 1,697,500 |
| PENYALURAN DANA DAERAH PONOROGO | |
| Akomodasi ke ponorogo | Rp 700,000 |
| Bantuan peraltan sholat | Rp 4,138,000 |
| Bantuan untuk masjid | Rp 1,520,000 |
| Bantuan sarapan pagi di SD badegan | Rp 1,500,000 |
| Penyaluran buka puasa | Rp 1,200,000 |
| Bulletin ukhuwah untuk ponorogo | Rp 3,000,000 |
| OPERASIONAL KANTOR | |
| Peralatan | Rp 781,500 |
| Perlengkapan | Rp 580,350 |
| Telepon,air,listrik | Rp 277,800 |
| Administrasi | Rp 550,500 |
| Gaji staff | Rp 3,000,000 |
| Surat kabar | Rp 210,000 |
| Kebersihan | Rp 400,000 |
| Total pengeluaran | Rp 42,105,850.00 |
| Rincian Saldo 20 Agustus 2010 | 83,291,228.00 |
Sabtu, 21 Agustus 2010
LAPORAN KEUANGAN LMI CAB MADIUN
Sabtu, 14 Agustus 2010
KEGIATAN LMI CABANG MADIUN ROMADHON 1431 H
1. Pawai Romadhon bersama anak asuh LMI dan Forsski tanggal 11 Agustus 2010.
2. Bedah Buku Remaja “Enaknya Jadi Orang Pintar” bersama Fatan Fantastik (Pro U Jogjakarta) tanggal 15 Agustus 2010.
3. Pelatihan sholat khusyuk bersama Ustadz Sukanan S.Ag dari Surabaya tanggal 22 Agustus 2010.
4. Buku bersama 10.000 anak yatim dan dhuafa di Jambon Ponorogo tanggal 21 Agustus 2010.
5. Buka bersama yatim dan dhuafa setiap hari (Program Buyar) di
6. Buka bersama anak asuh LMI dan keluarga donatur setiap hari Sabtu di kantor LMI Madiun.
7. Pemberian 250 beasiswa dhuafa tanggal 29 Agustus 2010.
8. Pemberian 150 santunan yatim tanggal 28 Agustus 2010.
9. Pemberian 250 paket sembako abang becak tanggal 31 Agustus 2010.
10. Penyaluran zakat fitrah di
11. Layanan doa untuk donatur dari anak yatim dhuafa.
12. Kado Lebaran yatim dhuafa.
13. Lebaran bareng yatim dhuafa dengan makan ketupat bersama yatim dhuafa.
14. Wakaf Al Qur’an
15. Wakaf rumah Sehati
16. Pengajian tafsir Al Qur’an
17. Layanan ceramah, konsultasi zakat infaq shodakoh dan jemput zakat
By: LMI
Sarapan Pagi dan Penyerahan Seragam Sekolah di SDN 02 Dayakan dan SDN 03 Watubonang
Juli 2010 merupakan hari yang istimewa bagi LMI cabang Madiun Karena mulai pagi hingga sore hari kepala cabang beserta staffnya dan salah satu donatur LMI yang bersimpati pada kondisi SDN Dayakan 02 dan SDN 03 Watubonang mengunjungi 2 SDN tersebut untuk memberikan bantuan. Dari Madiun kami berangkat pukul 07.00 naik mobil yang penuh dengan bawaan berupa seragam sekolah yang siap kami salurkan di dua SD yang terletak di kecamatan Badegan. Lokasi yang kami tuju pertama kali adalah SDN 02 Dayakan yang terletak di kaki Gunung Gajah. Kedatangan kami disambut dengan wajah cerah ceria baik dari siswa maupun guru-gurunya. Dengan komando dari bapak kepala sekolah, siswa SDN 02 Dayakan dikumpulkan di halaman sekolah untuk diberikan pengarahan. Tak lupa kepala sekolah SDN 2 Dayakan juga memberikan kesempatan kepada kepala cabang LMI Madiun dan donatur LMI untuk memberikan sambutan.
Di acara tersebut ibu donatur LMI yang tidak ingin disebutkan namanya menyerahkan bantuan seragam sekolah secara simbolis kepada perwakilan siswa. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian donatur melihat kondisi seragam sekolah siswa SDN 02 Dayakan. Selain seragam kami juga menyerahkan bantuan untuk guru prasejahtera yang setiap bulan hanya mendapatkan honor sebesar 150 ribu. Di akhir acara kami memberikan sebungkus nasi untuk sarapan pagi.
Perjalanan tim LMI dilanjutkan ke lereng bukit untuk kegiatan yang sama pada siswa kelas 1 dan 2 yang gedung kelasnya disebut kelas paralel dan terletak di atas bukit. Kami harus melewati jalan makadam yang di kanan kirinya jurang dan tebing dengan diantar bapak kepala sekolah dan salah satu relawan LMI yang bertempat tinggal di Badegan. Sesampai di
Selanjutnya tim LMI melanjutkan perjalanan kembali menuju SD Watubonang yang letaknya lebih atas dari kelas paralel SDN 02 Dayakan. Jalan yang berliku-liku dan berbukit membuat perjalanan kami semakin mendebarkan. Akhirnya kami sampai juga di SD 03 Watubonang. Bangunan gedungnya termasuk bagus, namun kondisi siswa yang bersekolah di tempat tersebut cukup memprihatinkan siswa banyak juga yang bersekolah tanpa sepatu dan pakaian seragam mereka juga banyak yang tidak layak pakai. Di SD 03 Watubonang LMI menyerahkan seragam sekolah dan bantuan peduli guru prasejahtera yang diberikan beliau selaku wakil dari donatur LMI Madiun. Hampir 75% siswa yang bersekolah di tempat tersebut harus melakukan perjalanan berkilo-kilometer untuk sampai di sekolah.
Perjalanan tim LMI mulai pagi sampai sore di Ponorogo ternyata menjadikan mata hati kami semakin terbuka bahwa sesungguhnya masih banyak sekali saudara-saudara kita yang masih memerlukan bantuan kita. Penderitaan dan beban hidup mereka begitu besar. Akankah kita tetap menutup mata dan telinga melihat keadaan tersebut…??? Semoga keterlibatan dan kehadiran donatur LMI Madiun di setiap kegiatan LMI semakin menambah kepercayaan masyarakat pada program-program LMI. Untuk donatur dan masyarakat yang ingin ikut di setiap kegiatan kami silahlkan kontak LMI Cabang Madiun, kami siap mendampingi Anda.
LMI Cabang Madiun Menyantuni 250 Orang Anak Yatim Setiap Bulannya
Program pembinaan dan pelatihan ketrampilan diberikan untuk membangun kepercayaan diri, melatih kesabaran dan keuletan serta membuat mereka agar berdaya. “Banyak manfaat yang saya peroleh dari pelajaran ketrampilan ini antra lain saya harus telaten, sabar dan diajari untuk berkreasi “, kata Eka salah satu anak asuh yang saat ini bersekolah di SMKN madiun.
Di periode ini LMI merencanakan melatih, mendidik dan membina mereka menjadi anak yang mandiri melalui program “Yatim Berdaya”. Tentu saja untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan dana dan kerjasama dengan pihak-pihak yang mendukung program tersebut. Saat ini kami mulai menjalin kerjasama dengan lembaga kursus bahasa Inggris, usaha konveksi dan sablon untuk merintis program “Yatim Berdaya”. Untuk itu bantuan dan partisipasi anda kami tunggu untuk mengelola program mulia ini.
Bantuan Kamar Mandi Untuk Pak Sutoyo
Sebuah keluarga sederhana yang hidup di desa Balerejo, Kab.Madiun.Sang suami bekerja sebagai buruh tani dan untuk membantu perekonomian keluarga sang istri memutuskan untuk berjualan penthol,dengan bersepeda berkeliling dari satu desa ke desa yang lain.Mendatangi sekolah-sekolah dan TPA-TPA yang dilaluinya.Tapi saat ini hal itu tidak bisa lagi dilakukannya karena sekarang keluarga tersebut memiliki seorang anak balita.Sang ibu harus mengasuh anaknya di rumah, dan mereka hanya mengandalkan upah sang suami sebagai buruh tani.
Sang suami bernama Sutoyo, mereka warga desa Kebon Agung.Hari itu saat tim dari LMI Madiun dan 2 orang Pegawai Negeri di jajaran Kabupaten datang ke lokasi dengan didampingi Lurah setempat, sang suami sedang menggarap sawah tetangganya. Walaupun nampak sepi, rumah berdinding bambu tersebut tampak kokoh berdiri di bawah sebatang pohon.
Didorong oleh rasa penasaran, tim memasuki rumah tersebut.setelah berbincang-bincang cukup lama, salah seorang anggota rombongan bertanya “Apa yang bisa kami bantu, Bu ?” Ibu tersebut menjawab, “Anu mas…saya butuh kamar mandi, karena sementar ini kamar mandi dan kakus harus berdampingan dengan kandang sapi milik saudara”.
Akhirnya diambil kesepakatan bersama antara tim LMI Madiun, Lurah Kebon Agung dan perwakilan Dinas Kabupaten Madiun untuk memberikan uang Rp. 1.000.000,00 kepada bu Sutoyo agar bisa memperbaiki kamar mandi keluarganya.Sang ibu tampak bahagia menerimanya.
Mungkin bagi kita bantuan itu tidak seberapa tapi adalah sesuatu yang besar bagi keluarga tersebut.Dari itu… marilah kita ulurkan tangan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan.
By: LMI